Revolusi Digital di Bangku Sekolah: Mendikdasmen Siapkan AI dan Koding Sebagai Pelajaran Wajib

Andre Pratama | KabarHarian
17 May 2026, 16:08 WIB
Revolusi Digital di Bangku Sekolah: Mendikdasmen Siapkan AI dan Koding Sebagai Pelajaran Wajib

KabarHarian — Dunia pendidikan Indonesia tengah bersiap menghadapi lompatan besar di era transformasi digital. Dalam kunjungan kerjanya ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melontarkan wacana transformatif yang akan mengubah lanskap kurikulum nasional. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan pemrograman komputer (koding) direncanakan bakal menjadi mata pelajaran wajib, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Di tengah persaingan global yang kian mengandalkan teknologi tingkat tinggi, pemahaman akan logika digital menjadi kebutuhan primer bagi generasi mendatang. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sekadar pilihan atau hobi, melainkan instrumen fundamental yang harus dikuasai oleh siswa Indonesia agar mampu bersaing di kancah internasional.

Peta Jalan Menuju Kurikulum Digital Masa Depan

Penerapan AI dan koding sebagai mata pelajaran wajib tentu membutuhkan persiapan yang matang. Mendikdasmen menjelaskan bahwa saat ini kementerian tengah fokus pada dua pilar utama, yakni ketersediaan sarana prasarana dan kesiapan sumber daya manusia, dalam hal ini para tenaga pendidik. Pemerintah tidak ingin kebijakan ini menjadi beban tambahan tanpa dukungan fasilitas yang memadai.

Baca Juga Ancaman Penggusuran Kantor Bawaslu NTB: DPRD Desak Pemprov Segera Sediakan Fasilitas Alternatif Demi Kawal Demokrasi
Ancaman Penggusuran Kantor Bawaslu NTB: DPRD Desak Pemprov Segera Sediakan Fasilitas Alternatif Demi Kawal Demokrasi

“Kalau guru sudah terpenuhi dan kalau sarana prasarananya juga sudah kami penuhi, maka pada waktunya AI dan koding akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan,” ujar Mu’ti saat memberikan keterangan di Lombok Timur pada Minggu (17/5/2026). Pernyataan ini memberikan sinyal kuat bahwa digitalisasi pendidikan akan merata dari kota besar hingga pelosok daerah.

Saat ini, beberapa sekolah yang dinilai telah memiliki fasilitas mumpuni sudah mulai mengadopsi materi AI dan koding, namun statusnya masih sebagai mata pelajaran pilihan. Transisi dari pilihan menjadi wajib inilah yang kini tengah digodok secara mendalam oleh pihak kementerian.

Melatih Logika Lewat Koding dan Adaptasi dengan AI

Pengenalan koding sejak usia dini bukan berarti mengharuskan setiap anak menjadi software engineer. Sebaliknya, koding adalah sarana untuk melatih computational thinking atau cara berpikir sistematis, logis, dan kreatif dalam memecahkan masalah. Dengan memahami alur logika di balik sebuah aplikasi, siswa diharapkan memiliki daya kritis yang lebih tajam.

Sementara itu, integrasi AI dalam kurikulum bertujuan agar siswa tidak hanya menjadi pengguna (user) pasif, tetapi juga mampu memahami etika dan mekanisme kerja kecerdasan buatan. Di tengah banjir informasi dan otomatisasi, kemampuan untuk berkolaborasi dengan AI akan menjadi nilai tambah yang sangat krusial bagi lulusan sekolah di masa depan.

Baca Juga Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: Panduan Lengkap Ibadah Tepat Waktu
Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini Jumat 8 Mei 2026: Panduan Lengkap Ibadah Tepat Waktu

Kesiapan Guru: Jantung dari Transformasi Pendidikan

Salah satu tantangan terbesar dalam wacana ini adalah kapasitas guru. Menyadari hal tersebut, Kemendikdasmen telah meluncurkan berbagai program pelatihan intensif untuk memperkuat literasi digital para pengajar. Guru-guru diinstruksikan untuk tidak gagap teknologi dan mulai membiasakan diri dengan konsep-konsep dasar AI serta logika pemrograman.

“Guru-guru juga sudah kami latih memperkuat pendidikan dan kemampuan digitalisasi dengan pelatihan AI dan koding. Sekarang ini AI dan koding telah menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang telah siap,” terang Mu’ti. Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga bagaimana cara mengajarkan materi yang kompleks tersebut dengan metode yang menyenangkan bagi siswa di berbagai rentang usia.

Menyeimbangkan Teknologi dengan Pendidikan Karakter

Meski gencar mendorong digitalisasi, Kemendikdasmen tidak melupakan akar dari pendidikan itu sendiri, yaitu pembentukan karakter. Abdul Mu’ti menekankan bahwa kecerdasan intelektual dan keterampilan digital harus berjalan beriringan dengan moralitas dan etika. Oleh karena itu, kementerian meluncurkan program penguatan karakter yang berbasis pada kebiasaan positif harian.

Baca Juga 10 SMK Negeri Terbaik di Bali Versi Kemendikdasmen: Panduan Memilih Sekolah Vokasi Berprestasi
10 SMK Negeri Terbaik di Bali Versi Kemendikdasmen: Panduan Memilih Sekolah Vokasi Berprestasi

Terdapat tujuh kebiasaan anak Indonesia yang kini tengah dipromosikan secara masif untuk membentuk kepribadian siswa yang unggul, yaitu:

  • Kebiasaan bangun pagi untuk kedisiplinan
  • Beribadah sesuai keyakinan masing-masing
  • Berolahraga secara rutin demi kesehatan fisik
  • Makan makanan sehat dan bergizi
  • Menumbuhkan kegemaran belajar di mana pun
  • Aktif bermasyarakat dan berinteraksi sosial
  • Tidur lebih awal untuk menjaga kualitas istirahat

Kebijakan ‘Pagi Ceria’ dan Nasionalisme di Sekolah

Selain tujuh kebiasaan tersebut, Kemendikdasmen juga meluncurkan inisiatif bertajuk “Pagi Ceria”. Program ini dirancang untuk menciptakan atmosfer positif di lingkungan sekolah sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai. Ada tiga pilar utama dalam kebijakan Pagi Ceria ini.

Pertama adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini dilakukan bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya sadar untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini. Kedua adalah Senam Anak Indonesia Hebat, yang bertujuan memastikan siswa dalam kondisi fisik yang prima sebelum menerima pelajaran. Ketiga ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk penguatan aspek spiritualitas dan kerohanian.

Baca Juga Wajah Baru May Day 2026 di Bali: Mengubah Orasi Menjadi Jalan Sehat dan Sinergi Harmonis
Wajah Baru May Day 2026 di Bali: Mengubah Orasi Menjadi Jalan Sehat dan Sinergi Harmonis

Menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Strategi besar lainnya yang diusung oleh Abdul Mu’ti adalah penerapan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning. Guru-guru kini mulai dilatih untuk tidak hanya mengejar target materi dalam kurikulum, tetapi memastikan siswa benar-benar memahami substansi dan mampu mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata.

“Program-program ini juga kami perkuat dengan kebijakan pembelajaran mendalam yang kami mulai melatih para guru untuk menerapkan pembelajaran mendalam, itu juga memperkuat pendidikan karakter dengan penguatan kebangsaan,” jelas Mu’ti. Dengan pendekatan ini, diharapkan tidak ada lagi fenomena siswa yang hanya pintar menghafal, tetapi lemah dalam pemecahan masalah (problem solving).

Harapan untuk Generasi Emas

Integrasi teknologi canggih seperti AI dan koding yang dibalut dengan penguatan karakter bangsa menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan Indonesia. Dengan langkah strategis ini, Indonesia tengah membangun fondasi untuk mencetak Generasi Emas yang tidak hanya mahir mengoperasikan teknologi masa depan, tetapi juga memiliki integritas, kesehatan fisik yang terjaga, serta jiwa nasionalisme yang kuat.

Baca Juga Misteri Kematian Pegawai Honorer di Bima: Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Ini Kronologi Lengkapnya
Misteri Kematian Pegawai Honorer di Bima: Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Ini Kronologi Lengkapnya

Pemerintah optimistis bahwa dengan dukungan sarana yang memadai dan pelatihan guru yang berkelanjutan, tantangan era disrupsi digital dapat diubah menjadi peluang besar bagi kemajuan bangsa. Perjalanan menuju kurikulum digital ini memang masih panjang, namun langkah pertama telah diayunkan dengan penuh keyakinan dari tanah Lombok Timur.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *