Tragedi Jembatan Gantung Cunca Wulang: Dua Wisatawan Austria Tewas Terhempas, Alarm Keras Keamanan Wisata Labuan Bajo

Andre Pratama | KabarHarian
24 May 2026, 16:08 WIB
Tragedi Jembatan Gantung Cunca Wulang: Dua Wisatawan Austria Tewas Terhempas, Alarm Keras Keamanan Wisata Labuan Bajo

KabarHarian — Sebuah awan hitam menyelimuti keelokan alam Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Destinasi yang selama ini dikenal sebagai serpihan surga di bumi tersebut mendadak berubah menjadi panggung tragedi memilukan. Dua nyawa wisatawan mancanegara asal Austria harus melayang setelah terjatuh dari jembatan gantung yang menjadi akses vital menuju keindahan Air Terjun Cunca Wulang, Minggu (24/5/2026). Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan tamparan keras bagi standar keamanan infrastruktur pariwisata di wilayah tersebut.

Kronologi Mencekam di Jantung Mbeliling

Minggu siang yang mulanya tenang di Kecamatan Mbeliling berubah menjadi kepanikan luar biasa. Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi di lapangan, dua wisatawan asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), tengah menikmati petualangan mereka di Air Terjun Cunca Wulang. Air terjun ini memang tersohor sebagai destinasi ‘hidden gem’ di daratan Labuan Bajo, yang menawarkan eksotisme ngarai batu dan air yang jernih.

Malapetaka datang saat keduanya tengah melintasi jembatan gantung sepanjang 50 meter yang membentang di atas ketinggian. Menurut saksi mata dan informasi awal, jembatan yang terbuat dari susunan papan kayu tersebut tiba-tiba saja tak mampu menahan beban. Dalam hitungan detik, kedua korban jatuh terhempas dari ketinggian sekitar 20 meter. Mereka mendarat tepat di atas hamparan bebatuan sungai yang keras dan tajam di bawah jembatan, sebuah benturan fatal yang akhirnya merenggut nyawa keduanya di tempat kejadian.

Baca Juga Menuju Porprov 2027: Buleleng Kebut Revitalisasi Fasilitas Panjat Tebing Berstandar Internasional
Menuju Porprov 2027: Buleleng Kebut Revitalisasi Fasilitas Panjat Tebing Berstandar Internasional

Saksi Bisu Kayu Lapuk dan Lubang Maut

Investigasi awal di lokasi kejadian menunjukkan adanya indikasi kelalaian dalam pemeliharaan infrastruktur. Foto-foto yang diperoleh menunjukkan kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Terdapat lubang yang menganga cukup besar pada lantai jembatan, tepat di titik di mana kedua korban diduga terperosok. Kayu-kayu penyangga yang menjadi tumpuan utama tampak sudah melapuk dan menghitam, tanda bahwa material tersebut sudah lama terpapar cuaca tanpa adanya peremajaan yang memadai.

Tragedi ini memicu tanda tanya besar mengenai standar operasional dan pengawasan dari pihak pengelola. Sebagai aset yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, pemeliharaan jembatan gantung ini seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat tingginya volume kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional, ke lokasi tersebut.

Identitas Korban dan Proses Evakuasi

Identitas kedua korban telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat. Jurgen dan Astrid Perjul diketahui merupakan pasangan yang tengah menikmati masa liburan mereka di NTT. Meskipun pihak berwenang masih melakukan verifikasi dokumen pernikahan, dugaan kuat mengarah pada hubungan suami-istri. Evakuasi jenazah dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang cukup terjal dan kondisi psikologis para pengunjung lain yang menyaksikan kejadian tersebut.

Baca Juga Gebrakan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika: 44 Pembalap Elite Siap Beradu Kecepatan, Tiket Mulai Rp 50 Ribu
Gebrakan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika: 44 Pembalap Elite Siap Beradu Kecepatan, Tiket Mulai Rp 50 Ribu

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, dalam keterangannya melalui sambungan telepon, membenarkan kejadian tragis tersebut. “Kami sangat berduka atas kejadian ini. Benar bahwa ada dua wisatawan asal Austria yang meninggal dunia saat berkunjung ke Cunca Wulang. Saat ini, jenazah sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo,” ungkap Peter dengan nada berat.

Dampak bagi Citra Pariwisata Internasional

Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan fatal yang melibatkan wisatawan asing di wilayah Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya, beberapa insiden serupa seperti tewasnya wisatawan Norwegia saat snorkeling di Nusa Penida atau turis Prancis yang terjatuh ke jurang di Ubud, telah memberikan catatan merah bagi keamanan wisata di Indonesia secara umum. Bagi Labuan Bajo yang sedang gencar dipromosikan sebagai destinasi super prioritas, insiden di Cunca Wulang ini tentu menjadi pukulan telak.

Keamanan bukan hanya soal kehadiran petugas medis, melainkan dimulai dari integritas infrastruktur yang dipijak oleh wisatawan. Tanpa adanya jaminan keselamatan yang mumpuni, promosi besar-besaran yang dilakukan pemerintah bisa saja sia-sia jika isu keamanan fisik di lapangan terus terabaikan. Para agen perjalanan internasional kini diprediksi akan memperketat penilaian risiko mereka terhadap destinasi di Manggarai Barat pasca kejadian ini.

Baca Juga Wajah Baru Singaraja Memakan Korban Layanan Air: Ribuan Pelanggan Perumda Tirta Hita Buleleng Terdampak Proyek Titik Nol
Wajah Baru Singaraja Memakan Korban Layanan Air: Ribuan Pelanggan Perumda Tirta Hita Buleleng Terdampak Proyek Titik Nol

Pentingnya Audit Infrastruktur Wisata Secara Menyeluruh

Tragedi di Cunca Wulang harus menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah Manggarai Barat dan Kementerian Pariwisata untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas wisata. Jembatan-jembatan kayu, jalur pendakian, hingga fasilitas penunjang lainnya di lokasi-lokasi wisata alam wajib dipastikan kelayakannya secara periodik.

Masyarakat lokal dan para pemandu wisata juga berharap agar kejadian ini menjadi titik balik perbaikan sistem manajemen objek wisata. Seringkali, pemeliharaan hanya dilakukan saat ada kerusakan yang sudah parah, bukan melalui langkah preventif. Padahal, di lokasi dengan medan ekstrem seperti air terjun, kesalahan kecil pada infrastruktur dapat berakibat fatal.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Publik

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pidana dalam insiden ini. Sementara itu, pihak RSUD Komodo tengah berkoordinasi dengan kedutaan besar Austria untuk proses pemulangan jenazah ke negara asal.

Masyarakat berharap agar pemerintah tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam memperbaiki aksesibilitas dan keamanan di Air Terjun Cunca Wulang. Kematian Jurgen dan Astrid harus menjadi pelajaran terakhir agar tidak ada lagi nyawa yang melayang di tengah keindahan alam Nusantara. Labuan Bajo harus membuktikan bahwa mereka bukan hanya indah di pandangan mata, tetapi juga aman bagi setiap langkah kaki yang datang berkunjung.

Baca Juga Panduan Ala Ayuning Dewasa 21 Mei 2026: Hari Baik Membuka Lahan dan Pantangan Penting Menurut Kalender Bali
Panduan Ala Ayuning Dewasa 21 Mei 2026: Hari Baik Membuka Lahan dan Pantangan Penting Menurut Kalender Bali

Komitmen untuk menjaga standar keselamatan adalah harga mati jika ingin mempertahankan status sebagai destinasi kelas dunia. Dengan tuntasnya evakuasi, kini sorotan beralih pada pertanggungjawaban pengelola dan langkah konkret untuk memastikan tragedi serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa depan.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *